BOGOR
pada ke sempatan ini kita akan membahas tentang kota
hujan (bogor)serta tempat-tempat yang menarik yang ada di bogor ,
sejarah
bogor
Bila menilik catatan
prasasti, tidak ada penjelasan yang pasti siapa yang mendirikan pertama kal
kerajaan Taruma. Raja yang berkuasa adalah Purnawarman. Pada tahun 417 ia
memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak
(sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan
menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.
Ciri khas bogor adalah kujang
,Kujang adalah sebuah senjata unik dari daerah Jawa Barat.
Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9,
terbuat dari besi, baja dan bahan pamor, panjangnya sekitar 20
sampai 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.
Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan
daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk
melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik
sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.
Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang adalah senjata kaum
petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda. Dan bogor pun
memiliki istana Kepresidenan Bogor terletak di Jalan Ir. H. Juanda No.1,
Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Kotamadya Bogor, Provinsi Jawa
Barat, sekitar 60 kilometer dari Jakarta atau 43 kilometer dari Cipanas. Istana
ini berada di pusat kota Bogor, di atas tanah berkultur datar, seluas sekitar
28, 86 hektar, di ketinggian 290 meter dari permukaan laut.
Di
halamannya yang sangat luas tersebut dipelihara sekitar 591 ekor rusa tutul,
dan terdapat sekitar 346 jenis pepohonan. Juga terdapat patung - patung yang
cantik, seperti Si Denok karya Trubus, yang modelnya adalah Ara, istri seorang
karyawan Istana Bogor serta The Hand of God, reproduksi dari Swedia.
Menurut
data kepustakaan, di Istana Kepresidenan Bogor terdapat 37 bangunan. Beberapa
bangunan utama nya memiliki fungsi penting.
Gedung Induk, terdiri
dari delapan ruang , yaitu Ruang
Garuda yang berfungsi sebagai Ruang Resepsi, disini juga pertemuan
- pertemuan besar dapat dilaksanakan. Ruang Teratai yang berfungsi sebagai ruang penerimaan tamu. Ruang Film pernah berfungsi
sebagai ruang pemutaran film pada masa Presiden Soekarno. Ruang Makan yang berfungsi
sebagai ruang makan utama. Ruang
Kerja Presiden yang pernah berfungsi sebagai tempat bekerja
Presiden Soekarno. Ruang
Perpustakaanyang pernah berfungsi sebagai ruang perpustakaan Presiden
Soekarno. Ruang Famili dan Kamar
Tidur yang berfungsi sebagai tempat / ruang tunggu Presiden jika
akan mengikuti aneka acara di Ruang Garuda. Ruang Tunggu Menteri yang berfungsi sebagai ruang tunggu para
menteri jika mereka akan mengikuti acara - acara di Ruang Garuda.
Gedung Utama Sayap Kiri,
terdiri dari dua ruang, yaitu Ruang
Panca Negara, yang pernah berfungsi sebagai ruang Konferensi Panca
Negara / persiapan Konferensi Asia Afrika di Bandung, Ruang Tidur dan Ruang Tengah, yang
difungsikan sebagai tempat menginap Presiden, tamu negara dan tamu agung.
Gedung Utama Sayap Kanan,
berfungsi sebagai tempat menginap para Presiden sebagai tamu negara berikut
tamu - tamu negara, dan tamu - tamu lainnya. Paviliun Sayap Kiri berfungsi
sebagai kantor Rumah Tangga Istana Bogor, sedangkan Paviliun Sayap Kanan
berfungsi sebagai tempat menginap para pejabat dan staf tamu negara.
Paviliun I-VI. Paviliun
I-V kini digunakan sebagai tempat menginap para pejabat dan merupakan ruang
tunggu para menteri apabila ada acara, Paviliun VI digunakan sebagai rumah
jabatan kepala istal Di antara bangunan-bangunan lainnya, yang patut dicatat di
sini adalah Gedung Dyah Bayurini, yang dilengkapi dengan kolam renang digunakan
sebagai tempat istirahat Presiden serta keluarganya jika sedang berada di
Bogor. Selain itu, terdapat Gedung Serba Guna yang berfungsi sebagai ruang
serba guna: kesenian, pertemuan, tempat artis, dsb. Selebihnya
bangunan-bangunan itu merupakan bangunan-bangunan pelengkap kediaman Presiden
dan fungsinya pun sejalan dengan jabaran tugas dan fungsi mereka.
Sumber
: Buku Istana Kepresidenan Republik Indonesia Bogor 2004
Sekretariat Presiden RI
Sekretariat Presiden RI
Sekian
dari saya kurang lebih mohon maaf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar